Tanah Air

Penutupan Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Imbas Aksi Unjuk Rasa DPR/MPR

Gerbang Tol Dalam Kota

Sejumlah gerbang Tol Dalam Kota Jakarta ditutup pada Minggu pagi, 31 Agustus 2025, untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Penutupan akses ini diumumkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui kanal resminya pada pukul 07.36 WIB. Penutupan sementara ini berdampak pada arus kendaraan menuju arah Cawang maupun Pluit sehingga pengendara diminta mencari jalur alternatif.

Daftar Gerbang Tol Arah Cawang yang Ditutup

Dalam pengumuman tersebut, PT Jasa Marga menegaskan sejumlah akses tol yang mengarah ke Cawang ditutup sementara. Beberapa pintu tol yang terdampak penutupan antara lain Gerbang Tol Angke 2, Jelambar 2, Tomang, Tanjung Duren, Slipi 2, Pejompongan, serta Semanggi 1 dan Semanggi 2. Penutupan ini diterapkan guna mencegah penumpukan kendaraan yang hendak melintas di kawasan sekitar gedung parlemen.

Selain penutupan, di titik Semanggi KM 08+100 arah Slipi juga diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus ke arah Cawang dan keluar melalui Semanggi KM 07+800. Jasa Marga menekankan bahwa langkah ini bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Penutupan Akses Tol Arah Pluit

Bukan hanya akses menuju Cawang, sejumlah gerbang tol arah Pluit juga ikut terdampak. Tiga titik yang ditutup sementara adalah Gerbang Tol Kuningan 1, Senayan, dan Slipi 1. Penutupan ini diberlakukan sejak pagi hari dan berpotensi diperpanjang sesuai perkembangan situasi aksi di kawasan Gedung DPR/MPR.

Bagi pengendara yang terbiasa melintasi jalur tersebut, penutupan ini tentu menjadi tantangan. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau memanfaatkan rute alternatif agar perjalanan tidak terhambat.

Rekayasa Lalu Lintas di Beberapa Titik

Selain penutupan gerbang tol, rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk mengurai potensi kepadatan. Kendaraan dari arah Bandara Soekarno-Hatta menuju Cawang dialihkan ke Tol Cawang–Tanjung Priok (CMNP). Sementara itu, akses keluar Pejompongan KM 09+800 dari arah Semanggi ditutup, dan arus lalu lintas di Semanggi KM 08+100 arah Slipi diarahkan menuju Cawang dengan keluar melalui Semanggi KM 07+800.

Skema rekayasa lalu lintas ini dirancang agar aliran kendaraan tetap terjaga dan tidak menumpuk di satu titik, meskipun penutupan gerbang tol berlangsung.

Imbauan Jasa Marga untuk Pengguna Jalan

Melalui akun resminya di Twitter (X), PT Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berhati-hati selama rekayasa lalu lintas diberlakukan. Pengendara disarankan untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi perusahaan sebelum memulai perjalanan, sehingga dapat menyesuaikan rute sesuai kondisi terkini.

Selain itu, Jasa Marga juga meminta pengendara agar menggunakan jalur alternatif demi kelancaran perjalanan. Dengan adanya penutupan gerbang tol di beberapa titik, pengalihan rute menjadi pilihan logis agar tidak terjebak kemacetan parah di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR.

Dampak Penutupan Tol Terhadap Aktivitas Warga

Penutupan sejumlah akses tol dalam kota ini tentu berdampak pada aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya. Banyak pengendara yang biasanya mengandalkan Tol Dalam Kota untuk mobilitas pagi hari harus mencari jalan alternatif, yang berpotensi menambah kepadatan di jalan arteri.

Pengemudi transportasi daring hingga kendaraan logistik juga harus menyesuaikan jalur agar tidak terhambat. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal agar tidak terlambat tiba di tujuan.

Kaitan Penutupan Tol dengan Aksi Unjuk Rasa

Penutupan dan rekayasa lalu lintas ini merupakan respons atas adanya aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI. Demonstrasi tersebut telah berlangsung sejak sehari sebelumnya dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga hari ini. Aparat kepolisian bersama PT Jasa Marga melakukan koordinasi agar dampak terhadap lalu lintas dapat diminimalkan.

Unjuk rasa di sekitar kawasan parlemen kerap menimbulkan kepadatan karena Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu jalur utama Ibu Kota. Dengan adanya penutupan akses tol, diharapkan konsentrasi kendaraan tidak menumpuk di area sekitar gedung DPR/MPR.

Baca Juga : Duel SUV Ladder Frame: GWM Tank 300 Diesel vs Toyota Fortuner, Siapa Lebih Unggul?

Persiapan Aparat dan Koordinasi di Lapangan

Polisi bersama petugas Jasa Marga telah menyiapkan skema pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan. Pos-pos pemantauan juga disiapkan untuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif. Aparat lalu lintas disebar di kawasan Semanggi, Slipi, hingga arah Cawang untuk memastikan arus kendaraan tetap terkontrol.

Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan pihak TransJakarta, MRT, dan KRL untuk memastikan transportasi publik tetap berjalan lancar meski terjadi penutupan jalan tol.

Alternatif Jalur Bagi Pengendara

Bagi pengguna jalan yang terdampak, sejumlah jalur alternatif dapat dimanfaatkan. Dari arah Bandara menuju Cawang, kendaraan bisa memanfaatkan jalur Tol Cawang–Tanjung Priok. Sementara untuk perjalanan dari arah barat Jakarta menuju pusat kota, pengendara bisa melalui jalur arteri Grogol, Palmerah, dan Tanah Abang.

Untuk kendaraan menuju arah Pluit, jalur arteri Senayan, Sudirman, hingga Gunung Sahari bisa menjadi pilihan alternatif. Jalur ini memang lebih padat, namun menjadi solusi sementara selama penutupan gerbang tol berlangsung.

Prediksi Dampak Lalu Lintas Sepanjang Hari

Dengan adanya aksi unjuk rasa yang berpotensi berlangsung hingga sore, penutupan gerbang tol dalam kota diprediksi akan berdampak pada meningkatnya kepadatan di jalan arteri. Jalur-jalur alternatif kemungkinan akan mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama di jam-jam sibuk.

Meski begitu, aparat kepolisian menegaskan akan terus menyesuaikan rekayasa lalu lintas berdasarkan situasi di lapangan. Jika kondisi kembali normal, penutupan tol akan dibuka kembali agar arus kendaraan bisa mengalir seperti semula.